<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kamdhi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kamdhi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamdhi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2009 02:01:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kamdhi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kamdhi's Weblog</title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kamdhi.wordpress.com/osd.xml" title="Kamdhi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kamdhi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com/2009/01/06/64/</link>
		<comments>http://kamdhi.wordpress.com/2009/01/06/64/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 02:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamdhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamdhi.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita dengan lidah kita mengutuk manusia yang dicipta serupa Bapa dan dari mulut yang satu keluar kutuk dan berkat (Yakobus 3: 9-10) Banyak orang mudah takut dan bingung. Banyak orang mudah marah tanpa sebab. Banyak orang mudah gelisah. Cemas, was-was, khawatir tanpa tahu mengapa harus demikian. Banyak orang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=64&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;"><!--[if gte vml 1]&gt;                                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="MENJADI CITRA ALLAH" width="349" height="30" /><!--[endif]--></span><span style="font-size:11.5pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11.5pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita dengan lidah kita mengutuk manusia yang dicipta serupa Bapa dan dari mulut yang satu keluar kutuk dan berkat (Yakobus 3: 9-10)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Banyak orang mudah takut dan bingung. Banyak orang mudah marah tanpa sebab. Banyak orang mudah gelisah. Cemas, was-was, khawatir tanpa tahu mengapa harus demikian. Banyak orang menjadi cuek, masa bodoh, apatis tanpa tahu mengapa harus bersikap begitu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Hal tersebut sangat manusiawi. Sebab, dalam hidup keseharian, kita hanya berhenti pada suasana yang tercipta atau kita ciptakan. Kita berdiam diri, menyerah, pasrah. Tak bernyali menjari solusi. Atau, mencari ’causa prima’; penyebab utamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Dalam situasi ini kita menghindar dan berkelit. Seolah, tidak terjadi apa-apa. Kita menyimpan dalam-dalam ke alam bawah sadar. Tak ada daya membongkar dan memperbaharui, menanggalkan dan mengenakan, menafsir dan menaksir ulang arah dan tujuan hidup. Tak ada keberanian dan kejujuran untuk kembali ke panggilan kodrati: menjadi citra Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Menjadi citra Allah tidaklah mudah-populer-memikat untuk saat ini. Terlebih, di tengah dunia yang mengagungkan kemewahan, penampilan, lahiriah, instan menjadi citra Allah adalah kontroversial-kampungan-kuno-udik. Sehingga, harga diri dan jatidiri sebagai ’ciptaan yang paling agung telah hilang dari bumi yang berketuhanan. </span><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Lihat saja, siapa yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan? ”Orang-orang terhormat” dan ”kaum cerdik-pandai”!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, menyodorkan empat karya besar sebagai solusi menjadi citra Allah: Confessiones, De Trinitate, De Natura et Gratia, dan De Civitate Dei.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Setiap orang harus bertobat (confessiones) agar menemukan Bapa-Putra-Roh Kudus (<em>De Trinitate).</em> Dengan demikian hidup dan kehidupan dihayati sebagai rahmat dan karunia (<em>de natura et gratia</em>): suka-duka, gagal-sukses,<span> </span>gembira-sengsara, sakit-sehat. Dengan demikian, Tuhan merajai hidup dan kehidupan (<em>de civitate Dei</em>).<span> </span><span> </span>Dengan <span> </span>bertobat-mengalami-mensyukuri-melakukan kehendak-Nya, kita menjadi citra Tuhan. </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Tanpa keempat Jalan Agustinus tidak mungkinlah kita rukun pada diri sendiri, rukun pada sesama, rukun pada alam semesta.</span><em><span style="font-size:11pt;" lang="SV"></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Kesadaran akan jalan kesadaran Agustinus, setiap orang beriman kristiani akan menjadi <strong>garam, terang, dan ragi.</strong> Selalu terlibat dan melibatkan diri dalam pemberdayaan dan penebusan. Cepat mengerti, lambat mengadili. Cepat menangkap, lambat komentar!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Mengapa harus cemas-gelisah-takut-khawatir bila kita hidup dalam citra Allah? Kita akan semakin kuat dan tahan banting. Cepat mengampuni dan cepat melupakan kesalahan orang. Dan, seperti Daud kita mengucap setiap saat, ”<em>Sekalipun berjalan di lembah kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku</em>.” <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Memang,<span> </span>orang yang hidup dan bertindak<span> </span>demi selera pribadi pasti ”jiwa, hati, dan kehidupan rohaninya tidak sehat” Sadari dan hayati bahwa orang mengritik dan menegur kita dengan keras merupakan perwujudan kasihnya kepada kita; jika mereka tidak mengasihi kita pasti mereka tidak menegur atau mengritik kita dengan keras, melainkan mendiamkan kita. Pertolongan Tuhan kepada kita menjadi nyata dalam dan melalui aneka perlakuan yang terarah pada kita, entah yang enak maupun tidak enak, yang sesuai atau tidak sesuai dengan dengan selera pribadi kita.<em></em></span></p>
<div style="border:1pt solid windowtext;padding:1pt 4pt;">
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">TETESAN EMBUN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Alamat Redaksi<span> </span><span> </span>: Pilangsari Endah D-36, Cirebon</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Telp.<span> </span>: (0231) 233903</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">HP<span> </span>: 08122405962</span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;">Email<span> </span>: <a href="mailto:Js_kamdhi@yahoo.co.id">Js_kamdhi@yahoo.co.id</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="border:medium none;text-align:justify;padding:0;"><span style="font-size:11pt;">.</span></p>
</div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" border="0" alt="TETESAN EMBUN" width="334" height="108" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;">Januari 2009</span></strong><span style="font-size:11pt;"><span> </span><span> </span></span><span style="font-size:10pt;"><span> </span></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Berserah dalam Pelayanan</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">TAHUN BARU</span></strong><span style="font-size:11pt;"><span> </span><span> </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><span> </span>NO. 01/Th. I/1/2009</span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;">SAPAAN REDAKSI:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Mengapa Tetesan Embun?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><span> </span>Kini, kebenaran telah punah di negeri jamzrud khatulistiwa. Kebohongan, pur</span><span style="font-size:11pt;" lang="SV">a-pura, kepalsuan, bertebaran di setiap jengkal. Terganggulah relasi. Hilanglah dialog batin rohani. Suasana hidup penuh rekayasa. Basa-basi, tak ada spontanitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Sayang, banyak orang menolak yang benar. Yang benar menjadi samar. Yang jujur menjadi hancur. Yang adil menjadi kerdil. Yang setia merana! Menyatakan dan mengatakan yang tidak benar menjada ”gaya hidup”. Benarlah filsuf-penyair <strong>John Wolgang von Gothe</strong>, <em>”Kebenaran adalah cahaya yang menyilaukan, sehingga orang lebih suka menutup mata.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Dari dunia binatang kita bisa belajar bagaimana berinteraksi, bersosialisasi, dan bertahan dalam tantangan-himpitan-cobaan. Seolah, binatang dibekali kemampuan menyesuaikan diri. Ikan, misalnya, meskipun hidup di laut dengan air yang asin,<span> </span>tetapi tidak menjadi asin. Ada daya yang luar biasa hingga tak dilibas situasi, tetapi mampu menciptakan situasi. Tidak terkondisikan, tetapi mengkondisikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Lalu, dengan langkah dan gerak jiwa manakah tahun baru, 2009, akan kita jalani? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" border="0" alt="INSPIRASI" width="328" height="51" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Berkat Tuhan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Pada musim hujan seperti ini, air sungai akan tampak keruh. </span><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Dapat dipahami karena lumpur, sampah, terbawa arus. Hanya, satu hal yang pasti ikan-ikan tetap bertahan. Tetap lincah. Gembira-ria.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Keruhnya air diyakini melimpah rezeki. Makanan berlimpah. Ikan-ikan berpesta. Dan, hanya ikan-ikan yang melompat dari keruhnya airlah yang kelaparan. Ikan-ikan yang kawatir akan mati, hidup tak nyaman, dan menghindar dari keruhnya air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">”<em>Rahmat di balik penderitaan, itulah kenyataan</em>”. Jika Anda bertanya bagaimana mungkin ikan dapat mencari makanan di air keruh, silakan Anda merenungi hidup Anda dengan bertanya, ”<strong>Bagaimana mungkin Anda dapat mempe-roleh berkat dari keruhnya sungai kehidupan</strong>?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI">Blencong</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Blencong (bukan bencong) adalah lampu di atas Ki Dalang pada saat mengadakan pertunjukan wayang kulit. Karena blencong itulah lahir bayangan yang bisa ditonton di balik layar (kelir) tempat Ki Dalang memainkan wayang. Ada bayangan yang mengganggu pertunjukan, bila kelir (layar) itu kotor dan bernoda. Bayangan akan menjadi kabur, apalagi bila wayang jauh dari kelir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Wayang adalah penghadiran kehidupan manusia. Setiap orang memiliki peran: raksasa, satria, cendekia, pendeta, prajurit, raja, ratu. Peran akan berakhir bila pertunjukan Ki Dalang telah berakhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Orang lain melihat bayangan kita, perilaku dan jatidiri kita, dari balik kelir/layar pertunjukan. Hati yang culas, kotor, penuh curiga, materialis, hedonis menciptakan bayang-bayang yang suram-kabur. Sebaliknya, jiwa murni-tulus-suci-rendah hati akan menghadirkan bayangan penuh pesona, mimikat, dan enak ditonton. Sinar kasih Allah akan memancar dan memantulkan kasih, harapan, dan daya juang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Semprong</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Pernahkah Anda mendengar kata semprong. Kue semprong sangat gurih, enak, dan lezat. Sebagai cemilan kue semprong sangat diminati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Di pedesaan, semprong berkaitan dengan masak-memasak. Semprong yang satu ini sempat menghilang. Orang meninggalkan karena takut dibilang ”kutu kupret” ( pinjam istilah Tukul). Kini, semprong yang terbuat dari satu ruas bambu ini diminati lagi: akibat konversi minyak tanah sehingga masak-memasak kembali menggunakan kayu bakar. Dus, bila api padam, semprong digunakan untuk<span> </span>’menghidupkan api” dengan cara ditiup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Masih di pedesaan ”semprong yang ini” berkait dengan penerangan. Terbuat dari kaca, tipis, dan digunakan untuk melindungi ”nyala api dari dian”. </span><span style="font-size:11pt;" lang="SV">Sering, semprong berjelaga karena sumbu minyak sering bernyala terlalu besar. Kalau sudah demikian, sinar menjadi buram.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Kita pun semprong juga. Tentu, semprong terakhir . Nyala api adalah Sang Immanuel. Kitalah semprongnya. Berjelagakah kita?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kepiting Pantai</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="SV"><span> </span>Pernah pesiar di pantai? Ya, di atas pasir bersih kita akan melihat banyak kepiting. Lucu, gesit, membuat gemas. Suatu hari ”Sang Induk Kepiting” memarahi anak-anaknya. </span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Katanya, ”Hai, kenapa kalian berjalan mundur? Lihat, teman-temanmu slalu berjalan maju! Memalukan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">Anak-anak kepiting bungkam. Tertunduk. Lesu. Hening. Lamaaa sekali. Tiba-tiba, salah satu anak kepiting berteriak keras, ”Ibu, bukankah kami belajar berjalan dari ibu? Bukankah selama ini ibu mengajari kami berjalan mundur?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Sang ibu pun tertunduk. Malu. Sangat malu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/User/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" border="0" alt="PESONA" width="358" height="39" /><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Namanya Eroh. Usia 67 tahun. Pendidikan terakhir Kelas 3 SR (SD). Alamat Kampung Pasirkadu, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Pernah mendapat penghargaan (1) Pekan Penghijauan Narional, (2) Pekerja Sosial Masyarakat, (3) Kalpataru, (4) Penghargaan 500 Besar Dunia dari UNEP PBB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Ibu Eroh pernah disangka ”gila” oleh RT-RW-Kuwu. Betapa tidak? Nenek renta yang menghidupi suami (lumpuh) dan anaknya dengan mencari jamur kayu itu bercerita telah menembus delapan bukit. Bahkan, tetangga pun menganggap Ibu Eroh memang gila.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Benarkah Ibu Eroh gila? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Dua tahun Ibu Eroh, yang terispirasi sebuah sungai dengan aliran deras tetapi terhalang delapan bukit dan hutan, sungguh ditaklukkan. Tiap subuh sebelum mencari jamur kuping ibu Eroh menggali dan menggali. Parit sepanjang dua kilometer lebih selesai hampir dua tahun. Menembus delapan bukit dan hutan. Berkelok-kelok bak seekor naga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Sendirian? Memang! Selama dua tahun lebih ”meraih mimpi kampung nan subur makmur”, ibu Eroh telah menghabiskan<span> </span>dua buah cangkul, singkup empat buah, dan sebuah linggis. Semuanya dibeli dengan menyisihkan penjualan jamur kuping yang ia kumpulkan sehabis ”menjalani ide gila: mengalirkan sungai ke kampungnya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Panas terik, guyuran hujan tak mematahkan semangat nenek renta, ketika itu usia sudah 59 tahun? Dan, tak ada orang yang tahu ”kerja ibu Eroh”. Namun, begitu parit mendekati kampung, ibu Eroh meminta perangkat desa dan penduduk membantunya. Tapi, apa didapat ”dianggap gila”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"><span> </span>Dari ”<em>impian gila dan dianggap orang gila</em>” inilah Ibu Eroh berjabat tangan dengan presiden dan dinobatkan PBB sebagai 500 besar Dunia. Dan. Apakah mimpi kita?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamdhi.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamdhi.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=64&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamdhi.wordpress.com/2009/01/06/64/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b0b7c9b28a5e16dc58ab17845f76875?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamdhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAJAK-SAJAK CINTA</title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com/2008/10/16/sajak-sajak-cinta/</link>
		<comments>http://kamdhi.wordpress.com/2008/10/16/sajak-sajak-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 01:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamdhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[16-10-2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamdhi.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[SAJAK SELEMBAR DAUN KERING JS Kamdhi Inilah sajakku, selembar daun kering di halaman gereja berdesah dalam doa berilah kami telinga-Mu, ya Allah janganlah bersembunyi dalam putting beliung yang akan melesatkan tubuhkan di bubungan lonceng-Mu lihatlah cemas-gelisah-waswasku yang berujung di semak belukar inilah sajakku, selembar daun kering di altar gereja berdesah dalam doa dalam pinta dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=59&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">S<span lang="NO-BOK">AJAK SELEMBAR DAUN KERING</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">JS Kamdhi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal">Inilah sajakku, selembar daun kering</p>
<p class="MsoNormal">di halaman gereja</p>
<p class="MsoNormal">berdesah dalam doa</p>
<p class="MsoNormal">berilah kami telinga-Mu, ya Allah</p>
<p class="MsoNormal">janganlah bersembunyi dalam putting beliung</p>
<p class="MsoNormal">yang akan melesatkan tubuhkan di bubungan lonceng-Mu</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">lihatlah cemas-gelisah-waswasku</p>
<p class="MsoNormal">yang berujung di semak belukar</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">inilah sajakku, selembar daun kering di altar gereja</p>
<p class="MsoNormal">berdesah dalam doa</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dalam pinta </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dalam gentar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dalam baying</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">menjadi merpati terbang tinggi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">menemu tempat tenang bermalam di padang pasir</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">inilah sajakku selembar daun kering di tabernakel</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">menepis debu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">merangkai kata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">mengusah dada</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tanpa air mata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tanpa lilin nyala</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tanpa pinta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">inilah sajakku, selembar daun kering di hati</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">berharap menjadi pupuk</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">merayap bersama cicak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">merayap bersama rayap</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tanpa pinta</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tanpa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">e.20.01.02.jsk</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="NO-BOK">Sajak Untuk Seorang Sahabat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"><span> </span>Aku tulis untuk</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"><span> </span>Pastor Blessing, OSC</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">Aku tulis sajak ini</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">untuk mengenang perjalananmu, sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">tengoklah kembali</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">ke masa-mas awal di Amsterdam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">saat-saat kau berlarian memetik tulip</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">di kebun belakang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">atau </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">saat-saat tergelincir di bukit salju</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK">dan kau mengaduh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="NO-BOK"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">masih ingatkah kau ketika air matamu menetes</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">membasuh jubahmu saat pelabuhan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">kau tinggalkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">dan juga ketujuh saudaramu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">serta kedua orang tuamu tercinta melambai tangan bangga</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">dengan banjir air mata</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="SV">meski bukan air mata duka</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tapi air mata harapan menuju tanah terjanji</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">bagai Musa memukulkan tongkat di bukit cadas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">sahabat </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">masih ingatkah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">lima puluh hari kau hitung butir-butir tasbih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">di kapal menantang badai topan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">Kini, tampaknya usia lebih kuat dari kita</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tujuh puluh lima tahun penuh warna</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tujuh puluh lima tahun menyemai benih di katulistiwa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">kita tersenyum dan selalu tersenyum</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">meski tubuh semakin merapuh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tapi bukan karna terkalahkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tahun-tahun yang telah kita simpan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">adalah via dolorosa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tahun-tahun yang telah kita lumatkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">adalah nikmat surgawi bagai Zakeus mendaki pohon berduri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">hari masih panjang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">meski hari merembang petang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">tangan-tangan terkulai lemah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">kaki-kaki perkasa tak berdaya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;" lang="FI">mulut-mulut komat-kamit tanpa suara</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">selamat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">ulang tahun sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="FI"><span> </span>SAJAK CINTA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:14pt;" lang="FI"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><span> </span>Aku tulis untuk sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"><span> </span>Yang tegar menantang badai</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Cinta adalah bumi, sahabat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">tempat kita </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">tempat kita menyemai dan menuai</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">jadilah bumi setiap kakimu kau injakkan </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Cinta adalah matahari yang bersinar tanpa lelah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">membagi kehangatan dan kehidupan tanpa memandang bulu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">memberi tanpa mengharap</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">membagi tanpa menerima</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">jadilah matahari begitu kau rasakan sinarnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Cinta adalah bintang yang bertebaran di angkasa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">siang dan malam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">begitu saja tanpa mengeluh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">betia setia tanpa menyerah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">meski cahaya hilang di waktu siang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">jadilah bintang begitu mentari menyapamu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Cinta adalah angkasa luas tak bertpi </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tempat awan, mega, mendung bergantung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tempat petir, halilintar, dan hujan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tak pernah mengaduh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tak pernah mengeluh</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">jadilah angkasa begitu kau buka jendela </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cinta adalah rembulan yang bersinar di gelap malam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">redup sinar menyibak malam kelam</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">jadilah rembulan begitu senja menghalau siang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dan malam-malam yang panjang menyertai sebelum kau songsong</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cinta adalah air jernih yang turun dari lereng gunung</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">mengalir dan menyapa petani</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">menghidupi tetumbuhan dan pepohonan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">menghanyutkan segala lumpur dan sampah-sampah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">mengalir dan mengalir hingga samudra luas</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">jadilah mata air begitu kau buka pintu kamarmu</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Cinta adalah angin semilir</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">tak pernah memilih</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">berembus ke mana ia berembus</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">memberi dan terus memberi </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">jadilah angin yang tak pernah lelah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">begitu kau melangkah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Cinta adalah api yang menghangatkan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">membakar dan menghanguskan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">jadilah api begitu melangkah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">sampai halaman rumah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">di pagi hari</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Cirebon, 9 Februari 2001</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamdhi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamdhi.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=59&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamdhi.wordpress.com/2008/10/16/sajak-sajak-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b0b7c9b28a5e16dc58ab17845f76875?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamdhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERCIKAN PERMENUNGAN</title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com/2008/09/19/percikan-permenungan/</link>
		<comments>http://kamdhi.wordpress.com/2008/09/19/percikan-permenungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 01:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamdhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamdhi.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[PERCIKAN PERMENUNGAN: (1) MENJADI CITRA ALLAH Oleh JS kamdhi Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita dengan lidah kita mengutuk manusia yang dicipta serupa Bapa dan dari mulut yang satu keluar kutuk dan berkat (Yakobus 3: 9-10) Banyak orang mudah takut dan bingung. Banyak orang mudah marah tanpa sebab. Banyak orang mudah gelisah. Cemas, was-was, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=6&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-family:&quot;color:blue;">PERCIKAN PERMENUNGAN:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:16pt;">(1)<span> </span>MENJADI CITRA ALLAH</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Oleh JS kamdhi</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">dengan lidah kita mengutuk manusia yang dicipta serupa Bapa</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">dan dari mulut yang satu keluar kutuk dan berkat (Yakobus 3: 9-10)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Banyak orang mudah takut dan bingung. Banyak orang mudah marah tanpa sebab. Banyak orang mudah gelisah. Cemas, was-was, khawatir tanpa tahu mengapa harus demikian. Banyak orang menjadi <em>cuek</em>, masa bodoh, apatis tanpa tahu mengapa harus bersikap begitu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Hal tersebut sangat manusiawi. Sebab, dalam hidup keseharian, kita hanya berhenti pada suasana yang tercipta atau kita ciptakan. Kita berdiam diri, menyerah, pasrah. Tak bernyali menjari solusi. Atau, mencari ’causa prima’; penyebab utamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Dalam situasi ini kita menghindar dan berkelit. Seolah, tidak terjadi apa-apa. Kita menyimpan <em>dalam-dalam</em> ke alam bawah sadar. Tak ada daya membongkar dan memperbaharui, menanggalkan dan mengenakan, menafsir dan menaksir ulang arah dan tujuan hidup. Tak ada keberanian dan kejujuran untuk kembali ke panggilan kodrati: menjadi citra Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Menjadi citra Allah tidaklah mudah-populer-memikat untuk saat ini. Terlebih, di tengah dunia yang mengagungkan kemewahan, penampilan, lahiriah, instan menjadi citra Allah adalah kontroversial-kampungan-kuno-udik. Sehingga, harga diri dan jatidiri sebagai <em>’ciptaan yang paling agung</em> telah hilang dari bumi yang berketuhanan. </span><span lang="SV">Lihat saja, siapa yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan? ”Orang-orang terhormat” dan ”kaum cerdik-pandai”!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, menyodorkan empat karya besar sebagai solusi menjadi citra Allah: Confessiones, De Trinitate, De Natura et Gratia, dan De Civitate Dei.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Setiap orang harus bertobat (confessiones) agar menemukan Bapa-Putra-Roh Kudus (De Trinitate). Dengan demikian hidup dan kehidupan dihayati sebagai rahmat dan karunia (de natura et gratia): suka-duka, gagal-sukses,<span> </span>gembira-sengsara, sakit-sehat. Dengan demikian, Tuhan merajai hidup dan kehidupan.<span> </span>Hanya<span> </span>dengan bertobat-mengalami-mensyukuri-melakukan kehendak-Nya, kita menjadi citra Tuhan. </span><span lang="FI">Tanpa keempat <em>Jalan Agustinus</em> tidak mungkinlah kita rukun pada diri sendiri, rukun pada sesama, rukun pada alam semesta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Kesadaran akan jalan kesadaran Agustinus, setiap orang beriman kristiani akan menjadi garam, terang, dan ragi. Selalu terlibat dan melibatkan diri dalam pemberdayaan dan penebusan. Cepat mengerti, lambat mengadili. Cepat menangkap, lambat komentar!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Mengapa harus cemas-gelisah-takut-khawatir bila kita hidup dalam citra Allah? Kita akan semakin kuat dan tahan banting. Cepat mengampuni dan cepat melupakan kesalahan orang. Dan, seperti Daud kita mengucap setiap saat, ”Sekalipun berjalan di lembah kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="FI">(2) MENJADI BIJAKSANA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Oleh JS Kamdhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">Carilah lebih dahulu kerajaan surga</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span lang="FI">Dan semuanya akan ditambahkan padamu</span></em><span lang="FI"> (Matius 6: 19-33)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Kini, kebenaran telah punah di negeri jamzrud khatulistiwa. Kebohongan, pura-pura, kepalsuan, bertebaran di setiap jengkal. Terganggulah relasi. Hilanglah dialog batin rohani. Suasana hidup penuh rekayasa. Basa-basi, tak ada spontanitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span></span><span lang="SV">Sayang, banyak orang menolak yang benar. Yang benar menjadi samar. Yang jujur menjadi hancur. Yang adil menjadi kerdil. Yang setia merana! Menyatakan dan mengatakan yang tidak benar menjada ”gaya hidup”. Benarlah filsuf-penyair John Wolgang von Gothe, ”Kebenaran adalah cahaya yang menyilaukan, sehingga orang lebih suka menutup mata.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dari dunia binatang kita bisa belajar bagaimana berinteraksi, bersosialisasi, dan bertahan dalam tantangan-himpitan-cobaan. Seolah, binatang dibekali kemampuan menyesuaikan diri. Ikan, misalnya, meskipun hidup di laut dengan air yang asin,<span> </span>tetapi tidak menjadi asin. Ada daya yang luar biasa hingga tak dilibas situasi, tetapi mampu menciptakan situasi. Tidak terkondisikan, tetapi mengkondisikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Juga, dalam dunia tumbuhan. Tumbuhan apa pun akan berusaha mencari celah agar mampu menatap matahari. Tampak, ada semacam dorongan luar biasa untuk menjadi bijak dan hidup benar. Sinar matahari sebagai sumber kekuatan-dayahidup, meski menyilaukan, mendasari pergulatan.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Pasti, dibutuhkan daya hidup. Pasti, dibutuhkan perjuangan untuk menciptakan situasi dan bukan dikuasai situasi. Sebab, menjadi bijaksana tidak dengan sendirinya. Juga, tidak dapat direkayasa. Menjadi bijaksana bukan pemberian atau hadiah. Menjadi bijaksana adalah sebuah pilihan untuk berproses. Tegak-tegar-tangguh dalam jatuh-bangun, gagal-sukses, dihargai-dicaci, dikagumi-dilecehkan, disanjung-dinistakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Kerajaan surga adalah hidup bijaksana. Berkemampuan membedakan yang penting dan tidak penting, yang utama dan yang sia-sia, yang memberdayakan dan yang meluluhlantakakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Maka, dibutuhkan keunggulan untuk menjelajahi-mencermati-memperjuangkan kepentingan bersama. Mengurai akar-akar konflik. Dibutuhkan keunggulan hidup untuk memutus rantai-rantai kebencian, arogansi, dan ”mempertuhankan diri sendiri. Dibutuhkan keunggulan wawasan sehingga setiap orang mampu menepis emosi dan pikiran negatif. Berkemampuan menerima-mengakui-mencintai keberbedaaan keyakinan dan pencarian jati diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Gutta cavat lapidem, tetesan air akan melubangi batu. Demikian juga usaha berbalik pada Tuhan membutuhkan penyangkalan hidup (Mrk 8:34), mengasihi musuh (Lk 6: 27-28). Hal yang paling sederhana, bila dilakukan dengan ketulusan, akan menghasilkan buah melimpah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="SV">(3) RELIGIOSITAS: INTIMITAS JIWA?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="SV">Oleh JS Kamdhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Ada beraneka kegunaan gelas. Di antaranya, untuk minum dan status sosial. Harga pun beragam; ribuan dan jutaan. Status pengguna pun beragam. Dari mereka yang di gubuk kartun hingga istana negara. Isi gelas, lebih beragam; air putih, kopi, teh, susu, anggur, sirup, hingga yang beralkohol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="IT">Pasti, gelas kosong-berisi penuh-berisi setengah, berbeda. Gelas yang penuh berisi tak menyisakan ruang kosong. Gelas yang tak penuh berisi memiliki ruang kosong yang masih mungkin terisi. Gelas dan isi gelas sangat berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"><span> </span>Secara analog, agama dan keberagamaan seperti gelas dan isi gelas. Agama lebih menunjuk kepala kelembagaan kebaktian pada Tuhan dengan segala aspeknya: yuridis, resmi, peraturan, hukum, ritual, serta seluruh organisasi tafsir alkitabiah. Sedang, keberagamaan atau religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"><span> </span>Bila gelas kehidupan kita penuh maka bernilai dan berharga. </span><span lang="SV">Artinya, seluruh perkataan, perbuatan, tindakan, kegiatan, serta keterlibatan kita selalu memberdayakan. Seluruh pemikiran dan perasaan membawa pencerahan. Seluruh ide-gagasan-penilaian menghadirkan pendewasaan. Sebaliknya, bila gelas hidup kita kosong, yang ada hanya kesombongan, kepicikan, kemunafikan, iri, dengki, permusuhan, dan kepalsuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Religiositas, sebagai isi gelas, harus diperjuangkan setiap saat meski harus jatuh-bangun, gagal-sukses, bersemangat-loyo. Sebab, isi gelas kehidupan, akan memberi arah-tujuan-harapan yang pasti ”<em>jadilah sempurna seperti Bapa di surga</em>”. Dengan demikian, hidup kita lebih berkualitas, bermakna, dan memberdayakan. Setiap orang akan mengalami dan menemukan, dalam diri kita, damai-sejahtera.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Tentu, religiositas tidak sama dengan perilaku saleh: selalu aktif dalam kegiatan, sibuk dalam organisasi kegerejaan. Sebab, kegiatan-kegiatan saleh bisa menjadi pembungkus ”gelas kosong” demi kehormatan-nama baik-pujian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Pertanyaan kita, mengapa banyak orang ”bergelas kosong atau sedikit berisi”? Mengapa, di negeri berketuhanan ini, sibuk dengan bentuk, harga, dan kegunaan gelas dan bukan bagaimana mengisi gelas?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Pertama, eksklusivisme. Sebuah pandangan yang menempatkan kelompok, lembaga, institusi, organisasinya paling benar, paling baik, paling suci. Sehingga, tidak jarang ’mempertuhankan” diri dengan memberi stigma kafir pada yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Kedua, puitanisme. Sebuah pandangan yang merindukan kembali ke bentuk asli. Segala sesuatu, yang menempel bentuk asli, harus disingkirkan. Kita lupa bahwa keberagamaan kita dibentuk denga adat-budaya, tradisi, dan pola hidup secara turun-temurun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="FI">Apakah gelas kita penuh berisi atau kosong? Carut-marutnya kehidupan bersama karena intimitas jiwa manusia dengan Tuhan hanya ”dunia khayal” dan bukan interaksi sosial tanpa memandang latar belakang kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="FI">(4) INNER CIRCLE</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="FI">JS Kamdhi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Teologi gelas kosong menghadirkan dua gaya hidup: eksklusisvisme<span> </span>dan puritanisme. Teologi gelas kosong menunjuk kehidupan ”orang beragama” tanpa intimitas jiwa-sikap tobat-sikap sembah-syukur-kasih-harapan. Kini, kita anak merenungi <em>inner circle</em> (lingkaran dalam) dan <em>out circle</em> (lingkaran luar),<em> crowd</em> (masyarakat): yang menyebabkan gelas penuh berisi atau gelas kosong. Inner circle adalah orang-orang dekat: keluarga, kantor, pemerintah, gereja. Out circle orang-orang yang kita kenal, tetapi berjauhan dalam jiwa-hati-nalar. Crowd adalah orang kebanyakan: tidak kita kenal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="FI"><span> </span>Inner circle setiap orang bertumbuh-berkembang-meluas selaras proses pemribadian dan kedewasaan pribadi-iman-kecerdasan. Inner circle bermula dari orangtua-pengasuh-adik-kakak-famili ( oma-apa-oom-tante)-sahabat-guru-Tuhan. Tidaklah heran kita bila dari waktu ke waktu seorang anak tumbuh-berkembang wawasan-kecerdasan-kepercayaan. </span><span lang="SV">Inner circle sangat menentukan kedewasaan-kepribadian-intelektual-emosional-sosial-moral.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span></span><span lang="IT">Ada dua indikasi yang perlu kita cermati. Pertama, semakin sempit inner circle semakin terbatas wawasan-pengetahuan-keyakinan-relasi-interaksi-iman, sehingga terbuka ruang yang sangat luas untuk berkonflik-berselisih-permusuhan-iri-perselingkuhan. Kedua, semakin luas inner circle semakin sempit ruang kosong. Semakin luas inner circle semakin luas-dalam pengetahuan, wawasan, kecerdasan, dan iman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"><span> </span>Masalah kita sekarang bangaimana agar kita dapat bertumbuh-berkembang sehingga mampu membentuk<span> </span>komunitas sehati, sepikir, sejiwa, dan setujuan? Mungkinkah kita memperluas inner circle sehingga kerinduan Paulus, terciptanya komuniatas dalam terang injili: satu baptisan, satu harapan, satu iman, satu kasih, satu roh, satu Tuhan!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"><span> </span>Harus<span> </span>kita akui bahwa luasnya jejaring lingkaran dalam (inner circle) sangat berpengaruh dalam seluruh aspek hidup. Luasnya jejaring inner circle semakin memberi bobot penghayatan hidup. Hidup semakin bermakna-berarti-dibutuhkan. </span>Semakin luasnya jejaring inner circle kita memiliki SMART<span> </span>(specific, measurable, attainable, relevant, timely). Hidup dalam lima karakter yang memberdayakan: keunikan, terukur, siap-sedia, berdaya guna, tepat waktu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Sebaliknya, bila inner circle tetap sempit, kita mensetting hidup ini dengan kawan-lawan. Dengan demikian, kita hidup sebagai orang-orang farisi. Kita menjadi bonsai, bukan pohon yang kokok-bercabang-beranting-berbuah melimpah. Menjadi keharusan bagi kita memperluas inner circle dan mempersempit out circle. “Pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:19-20)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamdhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamdhi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=6&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamdhi.wordpress.com/2008/09/19/percikan-permenungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b0b7c9b28a5e16dc58ab17845f76875?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamdhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGE QUOT AGIS</title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/age-quot-agis/</link>
		<comments>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/age-quot-agis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 02:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamdhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamdhi.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[bagaimana aku melihat bila aku buta bagaimana aku berjalan bila kakiku patah bagaimana aku merasa bila hatiku berjelaga<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=3&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana aku melihat</p>
<p>bila aku buta</p>
<p>bagaimana aku berjalan</p>
<p>bila kakiku patah</p>
<p>bagaimana aku merasa</p>
<p>bila hatiku berjelaga</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamdhi.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamdhi.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamdhi.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamdhi.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=3&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/age-quot-agis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b0b7c9b28a5e16dc58ab17845f76875?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamdhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/hello-world/</link>
		<comments>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 01:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kamdhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=1&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kamdhi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kamdhi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kamdhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kamdhi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kamdhi.wordpress.com&amp;blog=4288311&amp;post=1&amp;subd=kamdhi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamdhi.wordpress.com/2008/07/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2b0b7c9b28a5e16dc58ab17845f76875?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kamdhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
